Jumat, 23 April 2010

Gerimis di Suatu Hari

Di bawah gerimis sendiri kumelangkah
Tetes air hujan membasahi keningku
Dinginnya sampai ketulang
Angin telah membawa balonku
Entah kenapa kehidupanku terasa ikut terbang bersamanya
Kini tak ada lagi pelangi dalam hidupku

Tiap detik lidah ini berkata semangat
Napas ini berkata jangan menyerah
Namun tak dapat kusangkal
Aku bukanlah rumput liar
Yang mampu bertahan seiring dengan perubahan musim

Dalam rintik hujan yang tak berlalu
Dalam lamunan yang entah kemana
Suatu keajaiban datang

Di tengah perjalananku
Kulihat seorang wanita tua
Dengan sebuah kantong besar di tangan kirinya
Tangan kanannya memungut
Sebuah botol bekas
Hatiku berkata Kau wanita hebat

Tanpa sadar air mataku mengembang di kelopak
Belum sempat terjatuh
Kulihat seorang anak meniup seruling
Entah nada apa yang dimainkan
Tak dapat kudengar alunan itu
Namun dapat kurasakan
Semangatnya yang begitu besar
Hatiku berkata Kau anak hebat

Dalam gerimis di satu hari
Dua orang hebat Nampak dihadapanku
Hatiku berkata bodohnya aku
Memangnya kenapa ???...
Dunia tak kan runtuh karena dia pergi
Mentari tetap bersinar
Bintang bercahaya
Burung berkicau
Musim berganti
Dan aku harus tetap berdiri tegar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar